MENGUPAS SEJARAH SEPATU NIKE

Nike merupakan brand ternama yang mungkin menjadi pesaing beberapa kompetitornya, seperti Adidas, Puma, dan Reebok. Jika kita kupas bagaimana sih Nike ini terbentuk, ternyata brand ini dulunya bernama Blue Ribbon Sport (BRS) yang dimana mereka adalah distributor dari sepatu Jepang, Onitsuka Tiger.

Philip Knight adalah seorang atlet yang mendirikan perusahaan BRS ini bersama dengan pelatihanya, Bill Bowerman, mereka sama-sama dari Universitas Oregon. Perjalanan bisnisnya pun tampak baik, lalu dua tahun kemudian mereka melakukan ekspansi bisnis di Santa Monica, California dan membangun toko offline pertamanya.

Di tahun 1971, ternyata BRS dan Onitsuka Tiger memang tidak berjodoh, lalu mereka berpisah. Setelah itu di tahun yang sama, BRS membangun perusahaan sendiri dengan mengeluarkan separu bola bernama Nike. Lalu di tahun 1972, BRS resmi memperkenalkan merk Nike, Nike ini diambil dari nama dewi dalam mitologi Yunani yang berarti kemenangan. Namun tak beberapa kemudian, barulah BRS mengganti namanya menjadi Nike.

Pada masa awal perkembangannya, Nike sudah menggaet beberapa atlet sebagai brand ambassador mereka agar lebih mudah dipercaya oleh masyarakat luas. Selain itu juga Nike juga mengajak beberapa atlet yang memiliki ciri khas untuk kerja sama, misalahnya John McEnroe. Ia adalah salah satu atlet olahraga cabang tenis, karena gaya dan  penampilannya ia pun bisa membuat perhatian orang banyak

Beberapa tahun kemudian saat 1979, akhirnya Nike sudah banyak dikenal tepatnya negara bagian Amerika Serikat. Dengan naik daunnya tersebut membuat nike bisa meluaskan produknya ke pasar. Lagipula mereka tak hanya jugal sepatu, tapi Nike juga banyak menjual peralatan dan pakaian khusus untuk olahraga.

Pertumbuhan dan perkembangan brand ini pun pastinya tak selalu mulus. Banyaknya pesaing pun bisa membuat reputasi Nike menurun, misalnya Reebok. Prestasi Reebok ini mungkin akan jauh lebih tinggi dari Nike ketimbang penjualannya. Di tahun 1979 lah Nike dan Reebok mengalami persaingan yang sengit. Tapi balik lagi, bagaimana Nike bisa merebut kembali popularitasnya dengan menggunakan strategi lain yaitu membuat sepatu khusus untuk di setiap cabang olahraga, karena keperluannya pun pasti beda-beda.

Reputasi Nike pun semakin naik dan sangat berpengaruh saat Michael Jordan dipilih sebagai brand Ambassadornya. Mereka pun sudah tanda tangan kontrak di University of North Caroline. Tak hanya Michael Jordan saja, Nike juga mengajak atlet lainnya seperti Magic Johnson dan Larry Bird.

Dengan menggunakan strategi seperti itu membuat penjualan Nike bisa naik ingga 50% di pasar Amerika Serikat pada kategori sepatu. Akhirnya mereka pun menjadi perusahaan go public di tahun 1980. Tak hanya itu saja, tapia da beberapa faktor lain yang membuat Nike bisa sampai naik daun. Salah satunya yaitu karen Nike lebih menyukai iklan dengan gaya ‘Word of foot’ daripada iklan di televisi.

Iklan Nike sendiri pertama kali mengudara di televisi pada bulan Oktober 1982. Di balik iklan Nike yang sukses, ternyata dua oarang kreator yang hebat, yaitu biro iklan Wieden dan Kennedy pada bulan April 1982. Karena karyanya tersebutlah, iklan itu menjadi sangat lebih berkesan dan membuat orang-orang penasaran. Makanya gak salah lagi bila agensi iklan tersebut sudah menjalani hubungan dengan Nike hingga sekarang.

Sudah pasti tau kan slogan Nike itu apa? ‘Just Do It’ merupakan sepenggal kalimat yang dibuat oleh Wieden yang digunakan pada awal kampanye iklan pada tahun 1988. Dan saat memasukin tahun 2000an, Nike membuat stratefi baru dimana mereka membuat website sebagai media informasi kepada masyarakat. Sehingga saat tiba peluncuran website tersebut, masyarakat sudah bisa membeli secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *